Bismillahirrahmanirrahim
Haaaaaaaaah. Kamis pagi, jam delapan kurang. Bukan tanggal yang cantik dan bukan hari yang spesial tapi gue kembali memulai sebuah kebiasaan gue yang dulu. Gue kembali menempatkan jari-jari mungil ini dikeyboard yang menghasilkan rangkaian kata. Gue kembali meng-aktifkan blog kusam ini. Jujur, membangun keberanian untuk menulis, mempublikasikan sebuah tulisan lagi itu salah satu hal yang berat bagi gue. Ada banyak alasan yang bisa gue persembahkan kenapa gue mengalami guncangan seperti itu. Tapi, apa gunanya? Lebih baik kita tidak membahas masa lalu yang kelam. Yohohoho, gue berasa baru pulang dari dunia kegelapan. Walaupun tak sepenuhnya salah.
Lama tak jumpa, ada segudang cerita yang ingin gue bagi. Mungkin agak membosankan dan panjang tapi kalian tidak harus meneruskan membaca, silahkan kembali ke jalan yang lurus :D Dan untuk kalian yang masih bertahan, tariklah napas yang sangaaaaaaat panjang. Ini sebuah kisah baru, kisah dunia baru seorang gadis matahari tentang 'rasa'. Hahahaha sedikit puitis ya? namanya juga lagi jatuh cinta. So, selamat menyelam :)
Seperti yang kalian lihat, yaah jika ini bukan pertama kalinya kalian berkunjung ke dunia gue ini, kalian pasti merasakan beberapa perbedaan. Yaah, yang paling berubah itu kata LABIL yang selalu gue sebut. Pada postingan-postingan sebelumnya gue selalu menyebut kalian wahai pengunjung labil, karena dulunya gue adalah "PENULIS LABIL YANG JATUH CINTA PADA MATAHARI" dan sekarang Insyaallah gue gak labil lagi, gue sudah bermetamorfosa menjadi gadis dewasa yang bisa mengatur emosi perasaannya. Kabar baiknya gue tetap gadis matahari, seorang Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi yang bermimpi menjadi penulis terkenal dan menjadi pecinta Mugiwara No Luffy (kalian akan temukan kalimat yang sama di akun twitter gue )
Menghilangkan sifat anak labil yang tidak mempunyai pendirian yang tetap itu bukanlah hal yang mudah, bukan suatu hal yang bisa didapatkan dalam sehari. Butuh seumur hidup untuk konsisten menghilangkannya. Jadi, bantu gue ya? gue kan manusia yang mudah khilaf jadi sesama ciptaan Allah itu harus saling mengingatkan :D
Lagipula terkadang childish bisa menghampiri kapan saja. Sebuah sifat yang dimiliki semua orang meskipun sudah menjadi kaum adults. Ini juga berhubungan dengan perasaan, dimana hal itu adalah milik pribadi. Saat seseorang patah hati, kita bisa bilang kita bisa mengerti akan perasaan itu karena kita juga pernah mengalami hal yang sama. Tahukah kalian? saat itu terjadi kita tidak benar-benar mengerti. Karena kita tidak merasakan hal yang sama di saat itu. Kita hanya mengingat bagaimana rasanya, tapi sebuah rasa itu bukan masalah ingat, bukan masalah 'pernah' tapi sedang. Juga berlaku dalam sedih, senang dan lainnya. bahkan saat merasakan suatu hal yang sama, itu belum tentu karena kita dianugrahi dengan perasaan yang berbeda setiap orangnya. Bahkan perasaan jatuh cinta, setiap orang tidak benar-benar sama perasaannya. Mungkin di dunia ini, ada beberapa orang yang bisa membaca pikiran, tapi tidak ada orang yang bisa membaca 'perasaan'. Kalian bisa bilang, kita bisa membaca perasaan orang dari sikap dan tingkah lakunya. Yang sebenarnya sedih, senang, bahagia kita bisa lihat, tapi kita tidak bisa mengerti sampai kita merasakan sendiri. Rumit ya? hahahaha gak usah dimasukin ke pikiran tapi cernalah dengan hati :D
Terlepas hal yang rumit diatas, gue akan mulai berbagi cerita :)
Gerimis pagi membuat suasana ini dingin, gue jadi sedikit melankolis. Maafin gue kalau tulisan ini tidak seperti yang kalian harapkan.
Lama tak jumpa, ada segudang cerita yang ingin gue bagi. Mungkin agak membosankan dan panjang tapi kalian tidak harus meneruskan membaca, silahkan kembali ke jalan yang lurus :D Dan untuk kalian yang masih bertahan, tariklah napas yang sangaaaaaaat panjang. Ini sebuah kisah baru, kisah dunia baru seorang gadis matahari tentang 'rasa'. Hahahaha sedikit puitis ya? namanya juga lagi jatuh cinta. So, selamat menyelam :)
Seperti yang kalian lihat, yaah jika ini bukan pertama kalinya kalian berkunjung ke dunia gue ini, kalian pasti merasakan beberapa perbedaan. Yaah, yang paling berubah itu kata LABIL yang selalu gue sebut. Pada postingan-postingan sebelumnya gue selalu menyebut kalian wahai pengunjung labil, karena dulunya gue adalah "PENULIS LABIL YANG JATUH CINTA PADA MATAHARI" dan sekarang Insyaallah gue gak labil lagi, gue sudah bermetamorfosa menjadi gadis dewasa yang bisa mengatur emosi perasaannya. Kabar baiknya gue tetap gadis matahari, seorang Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi yang bermimpi menjadi penulis terkenal dan menjadi pecinta Mugiwara No Luffy (kalian akan temukan kalimat yang sama di akun twitter gue )
Menghilangkan sifat anak labil yang tidak mempunyai pendirian yang tetap itu bukanlah hal yang mudah, bukan suatu hal yang bisa didapatkan dalam sehari. Butuh seumur hidup untuk konsisten menghilangkannya. Jadi, bantu gue ya? gue kan manusia yang mudah khilaf jadi sesama ciptaan Allah itu harus saling mengingatkan :D
Lagipula terkadang childish bisa menghampiri kapan saja. Sebuah sifat yang dimiliki semua orang meskipun sudah menjadi kaum adults. Ini juga berhubungan dengan perasaan, dimana hal itu adalah milik pribadi. Saat seseorang patah hati, kita bisa bilang kita bisa mengerti akan perasaan itu karena kita juga pernah mengalami hal yang sama. Tahukah kalian? saat itu terjadi kita tidak benar-benar mengerti. Karena kita tidak merasakan hal yang sama di saat itu. Kita hanya mengingat bagaimana rasanya, tapi sebuah rasa itu bukan masalah ingat, bukan masalah 'pernah' tapi sedang. Juga berlaku dalam sedih, senang dan lainnya. bahkan saat merasakan suatu hal yang sama, itu belum tentu karena kita dianugrahi dengan perasaan yang berbeda setiap orangnya. Bahkan perasaan jatuh cinta, setiap orang tidak benar-benar sama perasaannya. Mungkin di dunia ini, ada beberapa orang yang bisa membaca pikiran, tapi tidak ada orang yang bisa membaca 'perasaan'. Kalian bisa bilang, kita bisa membaca perasaan orang dari sikap dan tingkah lakunya. Yang sebenarnya sedih, senang, bahagia kita bisa lihat, tapi kita tidak bisa mengerti sampai kita merasakan sendiri. Rumit ya? hahahaha gak usah dimasukin ke pikiran tapi cernalah dengan hati :D
Terlepas hal yang rumit diatas, gue akan mulai berbagi cerita :)
Gerimis pagi membuat suasana ini dingin, gue jadi sedikit melankolis. Maafin gue kalau tulisan ini tidak seperti yang kalian harapkan.
Hampir dua bulan gue gak nulis, gue gak ngeblog, gue pergi dari dunia impian gue. But, I'm still love this way. Belakangan ini gue banyak berpikir, banyak menangis. Gue berubah menjadi sloppy, fractious, mushy, crybaby entah apapun kalian menyebutnya, intinya adalah gue menjadi CENGENG. Selama menghilang dari dunia perblog-an, gue mengalami hal yang sulit yang membuat gue sedih, sedih, sedih, sedih dan sedih. Sebagian teman dekat mungkin tau karena gue bercerita sedikit, tapi kalian tidak benar-benar tau. Seperti yang gue bilang diatas, perasaan itu anugrah pribadi. Yang hanya diketahui oleh sang pencipta beserta para staffnya.
Dan setelah sebulan gue menjalani 'sekolah ramadhan' setelah beberapa hari di bulan syawal ini, gue banyak belajar. Tentang arti perubahan. Gue yang jujur dulunya 'Malas mandi' sekarang sudah lebih akrab dengan air. Yang bermusuhan dengan namanya 'sisir' sekarang kami mulai mengalami pendekatan. Gue mulai hobi membaca buku lagi, yaah walaupun masih kisah fiksi :D . Pepatah benar, saat orang jatuh cinta akan banyak perubahan darinya. Pertanyaan yang muncul adalah 'Gue jatuh cinta pada siapa?' kalau kalian menjawab luffy, itu benar. Tapi jawaban yang lebih benar adalah Gue jatuh cinta pada kehidupan.
Yup! A Life :) Anugrah yang tak henti-hentinya kita syukuri. Meskipun mereka bilang hidup itu sulit, susah, ada banyak rintangan dan gue juga mengalami hal itu. Tapi kita bisa apa? Kita hanya bisa jatuh cinta. Mencintai kehidupan yang diberikan ini. Menerima dan merubahnya menjadi hal yang bisa dinikmati dengan senyuman. Karena dalam kehidupan ini kita tidak sendirian, kita menjalaninya bersama ciptaan Allah lainnya. Yang akan membuat kita lebih jatuh cinta pada kehidupan :D
Diatas terlalu banyak yang teori membosankan ya? hahaha. Sebenarnya yang ingin gue bagi kepada kalian adalah teori itu.
Dibutuhkan hati yang kuat untuk menjadi pribadi baik. Dan menurut gue, langkah pertama yang harus dilewati itu adalah jatuh cinta. Jatuh cinta pada keluarga. Karena keluargalah awal dari kehidupan ini. Sebuah hati yang kuat cintanya akan keluarga, semoga kita semua dianugrahi 'rasa' itu. Amiin :D
So Welcome Back in my new world! Gue punya motto terbaru semoga kita bisa melaksanakannya. "KINDNESS, LETS DO IT!!!
Dibutuhkan hati yang kuat untuk menjadi pribadi baik. Dan menurut gue, langkah pertama yang harus dilewati itu adalah jatuh cinta. Jatuh cinta pada keluarga. Karena keluargalah awal dari kehidupan ini. Sebuah hati yang kuat cintanya akan keluarga, semoga kita semua dianugrahi 'rasa' itu. Amiin :D
So Welcome Back in my new world! Gue punya motto terbaru semoga kita bisa melaksanakannya. "KINDNESS, LETS DO IT!!!
See you again :)
No comments:
Post a Comment
Dunia ini terlalu luas, jadi tinggalkanlah jejak langkahmu :)