Monday, April 21, 2014

Kartini Nano-nano

Assalamu'alaikum

SELAMAT HARI KARTINI :D

21 April kita selalu memperingatinya dengan hari Kartini :), jadi untuk memperingati hari tersebut seharian tadi gue ke kampus pake baju yang bisa dibilang 'Kartini Banget' kalo biasanya gue cuma pake jilbab seadanya, hari ini gue mencoba jilbaber dan hasilnya malah jilbabubur -_-. Gue berjanji gak akan melakukan hal ini untuk satu tahun kedepan!

10% orang bilang gue cantik dan ternyata setelah diteliti mereka mempunyai masalah mata -_- dan 90% kaum yang melihat penampilan gue hari ini mengatakan --> "Lo salah minum obat?",  "tak pantas pake baju gituan'' , "Eeh bapak kartini", "Oh god!My eyes". Masih banyak cacian, hinaan, makian dan minus pujian yang gue terima karena mencoba menjadi wanita sejati :'(
belum lagi di organisasi kampus, gue selalu dipanggil 'antum' . Tau kagak artinya? artinya itu gue dianggap 'Laki', padahal gue cuma gadis lemah yang rapuh, labil dan sangat pemalu :( 

Lupakan sejenak kesenangan yang gue dapat hari ini, mari kita bicarakan 'Kartini Nano-nano' Yup! itulah judul labil yang pengen gue bagi buat kalian semua :D 

Semua wanita di Indonesia sibuk menjadi perempuan hebat, perempuan pengubah sejarah. Mereka selalu bilang "wanita juga bisa melakukan hal yang dilakukan oleh laki-laki. Sekarang, bukan zamannya wanita itu cuma bisa diam dirumah, sudah saatnya wanita menunjukkan aksi mereka. Emansipasi wanita!! " Sedikit banyaknya gue gak terlalu setuju sama kalimat diatas. 

Menurut kalian apa sih emansipasi wanita itu?hmm saat gue searching di google, ada banyak pengertian emansipasi wanita. Intinya mereka menuntut kesetaraan gender. Persamaan kedudukan dan hak antara wanita dan pria. Itulah yang gue tanggap setelah membaca beberapa artikel. Dan gue dengan berani mengatakan bahwa gue tidak menyetujui pendapat diatas. 

Bagaimana mungkin perempuan yang  merupakan tulang rusuk menjadi tulang punggung? Dalam ajaran agama yang gue yakini, seorang perempuan dan laki-laki tidaklah sama. Wanita itu tugasnya menjadi tulang rusuk, yakni mendampingi laki-laki. Sehebat apapun wanita menjadi pemimpin, tetap saja laki-laki lebih pantas menjadi pemimpin. Dan hal ini sudah gue buktikan semenjak gue menjadi kosma 2 bulan lebih lamanya. 

Dan menurut gue emansipasi wanita yang dulunya digembor-gemborkan adalah 'karena dulu kepercayaan orang-orang tua seorang perempuan tidaklah harus menuntut ilmu pendidikan, mereka cukup mempelajari pekerjaan menjadi ibu rumah tangga. Itulah yang diubah oleh Kartini. Perempuan juga harus maju, harus berpendidikan. Tapi bukan berarti ada kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.' 

 Alasan terpenting seorang perempuan berpendidikan tinggi bukan hanya menjadi wanita karir  tetapi tujuan utamanya adalah untuk menambah wawasan agar menjadi ibu yang hebat bagi anak-anaknya. Karena seorang wanita adalah seorang ibu yang akan mendidik anaknya menjadi penerus bangsa. Itu adalah alasan kenapa perempuan harus berIlmu. Menurut gue *lagi*

Sebenarnya memang ada banyak perempuan yang menjadi pemimpin hebat, banyak sekali malah. Tapi, kalo menurut gue lebih baik kita mendampingi laki-laki menjadi pemimpin yang hebat dan membuat anak-anak kita menjadi generasi bangsa yang hebat. Itulah perempuan hebat yang sebenarnya (Berasa kampanye salah satu partai gue ngomong hebat mulu -_- tapi yasudahlah )

Mungkin ini sangat aneh, ketika gue yang 'tak-pernah-dianggap-wanita' malah membicarakan hal ini. However, gue cuma menyampaikan pendapat gue aja. Yuk kita pahami lagi wanita yang sebenarnya itu seperti apa,dan marilah menjadi wanita yang seutuhnya. Karena yang gue lihat sekarang banyak perempuan aktif tetapi keluarganya malah terlupakan. Ini memang terjadi di kehidupan kita, gue sudah membuktikannya *lagi* :D

Kesimpulannya selamat hari kartini :) Tulisan 'Kartini nano-nano' gue tutup. Judulnya tepat bukan? nano-nano alias gak jelas rasanya, begitu juga tulisan ini gak jelas maksudnya apaan :D

Hai para pengunjung labil kita akan ketemu di postingan selanjutnya oke? ;)

Wassalamu'alaikum


No comments:

Post a Comment

Dunia ini terlalu luas, jadi tinggalkanlah jejak langkahmu :)